Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Topik pertama yang ingin saya angkat dalam posting pertama ini adalah tentang perayaan tahun baru masehi, kenapa? karena hal ini masih sangat baru mengingat kemarin baru saja terjadi hal tersebut yang mereka sebut dengan tahun baru dalam masehi.
Pertanyaan yang banyak dituangkan adalah apakah benar tahun sudah berganti? lalu bagaimana kita sebagai seorang muslim dan muslimah apakah boleh merayakan pergantian tahun ini? bolehkah mengucapkan selamat tahun baru? dan masih banyak lagi.
Dan memang pertanyaan itu juga ada di benak saya, melihat banyak juga teman saya yang ikut serta merayakan pergantian tahun, ada juga yang tidak perduli dengan pergantian tahun tapi hanya menikmati keramaian dimalam tersebut, dan ada juga yang melarang untuk mengikuti mereka yang merayakan. lalu yang mana yang harus saya ikuti?
Pertama, mari kita lihat sebenarnya darimana sejarah penentuan kalender masehi ini.
masehi itu dihitung pertama dari kelahiran Nabi Isa, kemudian sebelum lahir Nabi Isa disebut dengan sebelum masehi. Nabi Isa yang di anggap sebagai Tuhan oleh umat nashara. kemudian mereka merayakan nya setiap penghujung tahun.
Maka dengan ini jelas sekali jika memang perhitungan masehi itu adalah perhitungan yang dilakukan bukan dari Islam. kita umat islam mengikuti kalender Hijriah yang pertama dihitung dari hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah.
Bagaimana tentang merayakan? jawabannya tentu tidak boleh. kita sudah mengetahui bahwa kita tidak boleh mengikuti apa yang menjadi kegiatan agama lain. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
‘Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Dawud, hasan).
Bagaimana mengenai pengucapan selamat tahun baru? jawaban nya tidak boleh.
Kenapa tidak boleh bukan kah itu hanya sekedar kata saja? itu kan toleransi?
Saudaraku, jangan pernah menganggap enteng hal itu. dengan mengatakan selamat kepada non muslim berarti anda menyetujui, mengiyakan bahwa yang mereka lakukan itu benar. dan sadar tidak sadar anda sudah mengikuti apa yang mereka lakukan. Toleransi dalam islam itu sudah jelas yakni tidak mengganggu apa yang menjadi aktivitas orang-orang non muslim, bukan nya ikut-ikutan.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (Al-Kafirun:6)
Pertanyaan terakhir adalah apakah kita boleh berdoa pada saat pergantian tahun masehi?
Jawaban nya tentu boleh akan tetapi tidak menjadikan pergantian tahun tersebut sebagai alasan, kita berdoa semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari sekarang, dan seterusnya. bukan kah kita berdoa setiap hari? lakukan hal yang sama pada hari tersebut, karena hari itu sama saja dengan hari-hari sebelumnya.
Allahu a'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar